Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bermula dari Ikatan Sport Indonesia (ISI) pada tahun 1938, lalu dibentuk kembali secara mandiri pada 31 Desember 1966, dan dikukuhkan lewat Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1967 oleh Presiden Soeharto dengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai ketua umum pertama.
Cikal Bakal dan Masa Awal
- Ikatan Sport Indonesia (ISI): Didirikan pada 15 Oktober atau 8 Oktober 1938 oleh Sutardjo Kartohadikusumo bersama PSSI, Pelti, dan PBKSI (Perbasi) sebagai alat perjuangan bangsa.
- Pekan Olahraga Republik Indonesia (PORI): Dibentuk tahun 1946/1947 untuk menyelenggarakan PON pertama di Solo tahun 1948 di tengah keterbatasan masa revolusi.
- Dewan Olahraga Indonesia (DORI): Sempat dibentuk pada era 1960-an sebelum akhirnya situasi politik menuntut perubahan orientasi keolahragaan agar lebih mandiri.
Pembentukan dan Pengukuhan KONI
- Gagasan Kemandirian: Pada 25 Desember 1965, para induk organisasi cabang olahraga membentuk Sekretariat Bersama agar olahraga bebas dari campur tangan politik praktis.
- Deklarasi 1966: Induk organisasi olahraga kembali mendeklarasikan pembentukan KONI pada 31 Desember 1966 yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
- Pengesahan Resmi: Presiden Soeharto menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 57 Tahun 1967 yang mengukuhkan KONI sebagai badan non-pemerintah yang mandiri dan menjadi mitra pemerintah dalam membina prestasi olahraga nasional. Informasi lengkap mengenai peran kelembagaan ini dapat dilihat langsung pada situs resmi KONI